Bleaching Membuat Gigi Lebih Putih

Bleaching gigi adalah proses penggunaan bahan pemutih yang dapat menghilangkan noda dan mencerahkan gigi. Biasanya, gigi perlu dibleaching apabila adanya perubahan warna pada gigi karena merokok, mengonsumsi teh dan kopi, atau bisa juga karena efek samping antibiotik yang membuat gigi menjadi kecoklatan. Untuk melakukan perawatan ini, kondisi gigi dan gusi Anda tentunya harus sehat.

Metode bleaching sebenarnya sudah terkenal sejak tahun 1980’an. Hanya saja, saat itu masih belum ada teknik yang mudah, sehingga syaraf-syaraf gigi harus dimatikan terlebih dahulu. Seiring dengan perkembangan zaman, kini perawatan bleaching lebih mudah dan syaraf gigi tidak perlu lagi dimatikan.

Menurut Prof. drg. Heriandi S. SpKGA., PhD, untuk melakukan perawatan bleaching pada gigi hanya diperbolehkan untuk orang yang berusia 16 tahun ke atas. Sebab, pada usia tersebut gigi dianggap sudah mulai matang.

“Orang yang giginya tidak boleh dibleaching itu yang terlalu muda dalam arti anak-anak dimana giginya belum matang dan sempurna. Biasanya dari umur 16 tahun ke bawah itu sebaiknya tidak. Giginya pun belum lengkap takutnya nanti malah rusak. Kalau 16 tahun ke atas boleh,” ungkap Prof. drg. Heriandi saat ditemui Wolipop di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Selasa (19/03/2013).

Jika Anda ingin melakukan perawatan ini, disarankan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi Anda. Sebab, perawatan tersebut ada dua macam yang bisa dipilih, yaitu dilakukan di rumah (home bleaching) atau di klinik (office bleaching).

Apabila Anda memutuskan untuk bleaching gigi di rumah, usahakan untuk tetap sesuai dengan petunjuk dokter. Sebisa mungkin juga hindari penggunaan produk bleaching yang dijual di pasaran.

“Kalau di pasaran karena kan banyak efek sampingnya, jadi biasanya di pasaran nggak terlalu kuat. Sebaiknya ada petunjuk dokter. Karena segala sesuatunya harus sesuai dengan aturan,” jelas Dokter Gigi yang gemar traveling itu.

Namun, bleaching yang dilakukan langsung oleh dokter relatif lebih cepat, biasanya satu sampai dua kali perawatan. Sedangkan bleaching di rumah, bisa memakan waktu hingga satu minggu.

“Bleaching di rumah itu dipakainya satu minggu, selama enam jam, tiap malam mau tidur. Tapi itu juga sesuai dengan petunjuk dokter. Biasanya setelah tujuh hari pemakaian, kembali ke dokter, untuk melakukan pemolesan pada gigi, dan diberikan flour agar gigi tidak rusak. Kalau memang sudah putih bagus giginya. Tapi kalau belum cukup, biasanya akan dilihat lagi selama dua atau tiga hari lagi,” papar drg. Heriandi.

Pemutihan gigi dengan bleaching ini sifatnya tidak permanen. Gigi akan tetap putih hanya selama tiga sampai lima tahun. Jika tertarik melakukan perawatan tersebut, Anda bisa menyiapkan uang Rp 1 juta sampai dengan Rp 5 juta.


BARUSAN DILIHAT

BELUM ADA YANG DI LIHAT
Bandingkan 0